Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

i still don't know what about my feeling.

| Friday, April 29, 2011 | 0 comments |
flat banget, rata. kesel sendiri, pengen teriak-teriak kalo ada tempat, pengen nangis berjam-jam, gatau apa yang gue rasain. bener-bener gatau. orang-orang pasti langsung buat kesimpulan sendiri, mulai dari ada yang bilang marah sama dia, inilah, itulah. kesel! tapi, bener-bener gabisa ngomong apa-apa. pas di sekolah, sempet mikir, kalo kapanpun mau nangis, pasti bisa banget, eh udah ditahan-tahan, malah gabisa ke tahan lagi, terus nangis:'( malu banget. bener-bener malu. maaf ya, bukannya kesel sama siapa-siapa, bukan juga kangen sama ini sama itu, bukan marah, bukan patah hati, bukan diputusin sama orang, bukan apa-apa beneran deh. gue juga bingung. tapi, makasih ya temen-temen, lo semua baik bangeeeeeeet. ngehiburnya pake cara kalian sendiri-sendiri, thanks to all of you who were there when i need you.

Lord, i'm amazed by You. Happy Good Friday, anyway :):):)

| Friday, April 22, 2011 | 2 comments |
Your love was really amazed me, Dad. I'm Yours. You're mine. And i really proud for this, i'm feeling so lucky to having a chance like this. Seriously.

Oke, hari ini Jumat Agung. Ya, kaya apa yang orang bilang, Agung. Agung banget! Tuhan udah mati buat kita, berkorban buat kita semua, kita yang berdosa, Dia yang tanggung. Ini bukan berarti kita bisa seenaknya aja buat dosa. Ini salah total.
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus" Roma 3:23-24

Pas tadi di Gereja, dikasih liat film The Passion of The Christ, gatau mesti bilang apa. Bisanya nangis doang. Ngeliat film yang kaya gitu, Tuhan Yesus yang disiksa sampe segitunya, dicambuk, dikasih mahkota duri, disuruh pikul salib yang beratnya gatau kaya apa, dipaku tangan sama kakinya. Tuhan kita semua ini berdosa banget:( ga layak sebenernya buat ngomong sama Tuhan. Tapi, Tuhan rela ngelakuin semua ini, buat kita semua. Balik lagi sama kita, kita mau ngehargain karya terbesar dalam hidup setiap kita, atau kita mau menyalibkan Tuhan Yesus buat yang kedua kalinya? Ini bukan masalah ikut-ikutan atau apa, ini masalah pribadi kita sendiri. Tuhan udah bener-bener baik sama kita semua.

18 April 2011 - 19 April 2011.

| Thursday, April 21, 2011 | 0 comments |
AAAA bener-bener gak boleh dilupain dua hari ini. Terlalu berharga, ga ada yang perlu disesali, banyak pelajaran yang bisa diambil. Sepertinya, posting kali ini bakal panjang banget deh. Tapi okelah.

Haruskah ku sedih atau bahagia?

| Saturday, April 2, 2011 | 0 comments |
Melihat hari-hari yang semakin tak menentu ini, orang-orang yang datang pun silih berganti, haruskah aku berbahagia karenanya? Atau haruskah aku sedih karena yang datang padaku itu sudah pergi dan tak kunjung kembali?
Yang paling penting adalah aku harus mensyukurinya. Benarkah?
Apakah dengan bersyukur bisa membuatku jadi bahagia?
Atau ini hanyalah sebuah proses dan ujian yang harus ku hadapi sebelum aku dapat meraih kebahagiaan itu? Lelah rasanya, Tuhan.
Entah aku harus tetap melakukannya dengan tersenyum dan tertawa setiap harinya atau apa yang harus ku perbuat? Kadang tangis juga mengiringi langkah demi langkah yang ku lalui.
Bukankah ada yang mengatakan bahwa hidup ini itu seperti roda yang berputar? Ya, ada kalanya kita harus tersenyum, ada waktunya juga untuk kita semua tertawa, sedih pun juga terkadang datang bahkan terkadang ditemani dengan air mata yang menetes satu demi satu, kemudian menjadi deras seperti hujan. Ada waktunya orang untuk datang, ada waktunya untuk mereka pergi. Ya, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, cepat atau lambat, kau percaya itu atau tidak.
Itu proses, sayang. Langkah yang kau tempuh untuk mencapai puncak gunung yang tinggi adalah satu demi satu, tapi bukankan dari langkah ke 99 hendak ke 100 sama saja dengan langkah mu yang pertama menuju yang kedua?
Ada kalanya kau harus melihat ke atas, ada kalanya kau harus melihat ke bawah. Hidup ini haruslah seimbang adanya. Sebab, Tuhan pun selalu berlaku dengan adil. Syukurilah semua yang terjadi dalam hidupmu dan tersenyumlah untuk orang-orang disekitarmu, janganlah kau buat mereka bersedih dan kecewa karenamu.

Jangan hanya bicara.

| Friday, April 1, 2011 | 0 comments |
Aku muak untuk semua kata-kata manis yang orang pernah ucapkan padaku dan janji yang mereka ucapkan, yang mereka buat sendiri dan mereka yang menghancurkannya itu, sendiri. Menyedihkan, bukan?
Kenyataan seperti pahit sekali rasanya ketika tahu seseorang yang kita sayangi, yang mengucapkan janji yang begitu sedap didengar, lalu mereka hancurkan itu sendiri.
As i told you, keep your words tasteful, but you may have to eat them later.
Sekarang, makanlah semua janji-janji manis yang keluar dari bibirmu itu. Kau rasakan sendiri betapa pahitnya ketika tahu bahwa tak ada orang lagi yang akan percaya kepadamu.
Ya, mereka sama denganku. Muak akan semua janji-janji manis nan palsu.itu.
Janganlah kau hanya bisa berbicara, tunjukkan dengan tindakan yang mungkin dimulai dengan sangat kecil. Tapi, percayalah, nanti semua itu akan tumbuh besar. Bukankah pohon-pohon kekar di hutan itu juga pada awalnya sebuah biji yang begitu kecil? Bahkan mudah sekali untuk kita hancurkan. Tapi, lihatlah setelah pohon-pohon itu tumbuh jadi pohon yang kekar dan kuat, sanggupkah kita menghancurkan mereka semua?

Mr. Dimple. Tuan Lesung Pipit.

| | 0 comments |
Lesung pipit mu itu hanya satu, sayang. Demikian punya ku.Milikku ada di sebelah kiri, dan milikmu ada di sebelah kanan. Kita sebut apa ini? Kebetulan kah?
Sudah berapa banyak kebetulan yang ku dapati sama denganmu. Tapi, aku tidaklah berani seperti yang kau bayangkan. Tenang saja, aku tak akan menyebutkannya disini. Terlalu banyak orang jahat dan orang yang berpura-pura di dunia ini sayang. Begitu banyak. Tidak kah kau sadari itu?

"Jika kebetulan itu terjadi terlalu banyak, apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?" (Roman Misteri - Seri Bilangan Fu)

Coba kau bayangkan, suatu kebetulan kah Tuhan Yang Maha Besar itu menciptakan setiap kamu yang istimewa ini?
Bukankah Dia adalah Allah yang begitu berkuasa untuk bisa membuat segala sesuatunya jadi mungkin walaupun dalam pikiranmu berkata itu adalah hal yang mustahil? Tetapi, tiada yang mustahil bagiNya.
Jadi, ku tarik kesimpulan bahwa, pertemuan ku dengan Tuan Lesung Pipit adalah bagian dari cerita yang sedang Ia tuliskan dalam setiap lembar kertas kehidupanku. Walau kau tak selamanya ada dalam hidupku, tapi kau pernah jadi bagian dari hidupku, yang hanya satu ini.

Apa judul yang tepat untuk tulisan yang ini?

| | 0 comments |
Apa yang sedang ku pikirkan? Entahlah.
Hidup ini apa? Tak ada satu orang yang bisa menjelaskan padaku apakah hidup itu. Haruskah ku hidupi hidup ini dengan bahagia?
Tapi, mengapa begitu sulit rasanya? Saat kau baru saja merasakan sedikit kebahagiaan itu, ada saja sesuatu yang akan merenggut kembali kebahagiaan itu darimu. Bagaikan permen yang baru saja adikmu dapat dan kau tak mendapatkannya, lalu kau mengambilnya dari tangan adikmu. Apa yang adikmu lakukan? Menangis.
Haruskah aku menangisi kebahagiaan yang sudah direbut itu? Aku pun tak tahu siapa yang melakukannya. Tega sekali dia.
Pikiran-pikiran ini sering datang dan jarang pergi. Ku yakin, setiap orang dari kita pasti pernah merasakannya.
Ingin ku teriak sekencang-kencangnya mengeluarkan penat yang kurasa telah menghimpit tubuhku ini.
Maafkan aku, Tuhan Yang penuh kuasa, aku sudah mengeluh.
Tapi, bukankah roda kehidupan ini berputar layaknya Bumi juga berotasi dan berevolusi?
Ku harap, dengan berputarnya Bumi yang begitu besar ini, kesedihan ku yang tak seberapa ini akan ikut hanyut terbawa arus.
Terima kasih untuk semua yang pernah singgah di hari-hariku. Yang sudah mewarnai hari-hariku walaupun dengan warna yang kusam bahkan gelap. Tapi, sehitam-hitamnya warna, bukankah kita masih menyebutnya warna? Mereka bernama. Bagi yang sudah mewarnai hari ku dengan warna yang indah, ku ucapkan terima kasih yang begitu banyaknya, tak lupa juga doa untuk kebahagiaanmu tetap aku sampaikan pada Tuhanku.
Kau dengar ini, Tuhan? Ku yakin Kau takkan membuatku kecewa dan sedih begitu lama. Biarlah Kau yang membuat batu kesedihan ini hilang bagai kamper yang menyublim jadi gas dengan bau yang khas itu.
Aku cinta Engkau, Tuhanku.

underestimated. accused.

| | 0 comments |
I'm fvcked up.
I'm being hurt.
I'm denied.
I'm being accused.
I'm feeling so terrible.
This is the reality of life. You're not always being happy and not always can smile.
For something that happened in your life, maybe some of them can make you sad, or even make you cry.
But, you must promise me that you'll never cry for the stupid thing, which is we called LOVE. Fvck!
This problem is the most that our teenagers faced. Oh, please, come on, open your eyes wide, and see this beautiful and large world contains so many boys or even man for you.
You don't have to cry for that boy that underestimate you, stupid.
They're such a jerk. They talk like a shit.
They just can't accept you as what you are. So, your tears not even worth for them. Better you waste your time by doing things you like. Reading book and listening to the current music you like maybe help you.
For you, in the outside there, that is always underestimating me, don't you relaise something bad that happens for you? You aren't that insensitive to know what God wanna tell you.
You have to pay more attention, jerk. The time will comes.
Just remember, who laugs lasts, laughs better ;)

Senyum (lagi)

| Friday, March 25, 2011 | 0 comments |
Halo semuanya. Halo untukmu yang sudah tersenyum bagiku hari ini. Halo juga untukmu yang sudah beberapa hari ini senyummu tak tampak di hari-hariku yang, ah sudahlah tak perlu dilanjutkan.
Aku hanya bisa berharap untuk bisa melihat senyumanmu dengan lesung pipit yang hanya satu itu dapat ku lihat kapan saja, di mana saja ku mau. Tapi, mungkinkah itu terjadi?
Ku ingat kembali hari-hari itu. Dan ku bayangkan aku kembali pada saat-saat itu. Hari-hari dengan senyuman itu.Ya, begitu indahnya. Membuat aku merasa sedikit tergelitik hahaha.
Ya, senyuman itu. Senyuman yang biasa kau berikan padaku.
Mungkin, sekarang senyummu yang hanya satu itu sudah jadi milik orang lain.
Dia. Yang ada disana, yang mungkin sedang memikirkan mu. oh, aku merasa bodoh untuk ini. Dia, yang beruntung atau biasa saja, aku tak peduli dan tak akan mau peduli.
Biarlah senyuman itu hanya tetap jadi milikmu. 
Abadi, sampai selamanya, menghiasi wajahmu yang hanya satu itu. 
Mungkinkah jika aku menyimpannya dalam toples dan menutupnya rapat-rapat kemudian menjaganya supaya jangan sampai ada yang mengambilnya dariku? Agar aku bisa melihat dan merasakan keindahan darinya setiap saat ku mau? Terlalu mustahil, sayang.
Senyum bukanlah seperti itu adanya, biarlah senyumanmu tetap hanya satu yang pernah kulihat dan hanya satu yang memilikinya. Ya, sebab masing-masing pribadi kita hanya ada satu di dunia yang begitu besarnya.
Tetaplah tersenyum, buat semua orang disekitarmu bahagia dengan melihat salah satu dari sekian banyak senyum yang kau punya, yang bisa kau berikan pada mereka.
Doaku beserta setiap langkah hidupmu. Tertawalah selagi bisa. Mencintai lah sebanyak yang kau mampu. Dan hiduplah sebaik-baiknya. Sebab hidup hanya satu kali.
Tetaplah bahagia walau kau tak bersama ku. Ku yakin Tuhan pasti akan memberikan kebahgiaan itu untukmu, sayang.

God, i'm begging You.

| | 0 comments |
I'm scared of tomorrow.
Really scared of tomorrow. No, tomorrow isn't the end of the world. 
But, i definitely will feel like that if i was failed.
I want to make my parents happy with this, but i just don't know how.
All that i've ever done for them seems like its just irritating them.
Lord, i surrender tomorrow into Your super-mighty hands. Where all the miracles are possible to happens, and dreams can come true.
Once again, i'm begging You.
Thank You, Lord Jesus. You're the greatest of all.
Amen.

The Way I See It #92

| Wednesday, March 23, 2011 | 0 comments |

You are precious in His eyes ;) so smile!


And be the reason for someone's smile :) keep going!

I just found this.

| Tuesday, March 22, 2011 | 0 comments |

I find this picture, and feel that this is so true! Awesome.

...

| | 0 comments |
Have a safe flight my aunt and my uncle!
Ini kedua kalinya nganterin tante ke bandara. Bandara itu emang tempatnya semua orang ada, semua perasaan juga ada disana kayanya.
Tapi, emang bener deh. Coba aja, kalo pada mau pergi ke mana gitu, pasti excited banget, kayanya waaaah banget (oke ini lebai) tapi bener kan?
Terus pas pulangnya pasti mikir kaya gini "ini waktu kok cepet banget sih ya, ga berasa deh, masa uda mau balik lagi" nah, mulai deh mellow, inget semua kelakuan pas liburan hahahaha, apalagi yang nganterin sama nemenin pas disana orangnya baik banget, bah udah deh, gausah ditanya huahahaha kisah nyata nih ya ceritanya :P
Oke balik lagi, udah berapa hari gue bareng terus sama mereka, emang udah biasa sih, tapi kalo mau pisah tuh kayanya gimana gitu, pas udah beneran pisah, rasanya ada yang ilang huehehe. Abis mereka baiknya gaada obat, yang ini beneran, asli.
Will talk to you later bout this, wait till they're both come home!
My pray with you. Lord will guide you in everywhere you are.